Predator Fitrah

From http://lebahcerdas.blogdetik.com

Melihat anak yang masih kecil, seperti melihat cermin. Apa yang diucapkannya adalah apa yang diterimanya. Ketika yang diterimanya adalah kebaikan maka yang dikeluarkannya pun kebaikan. Orang tua adalah sumber ‘pemasukan’ bagi anak. Anak seperti sponge yang memiliki daya serap luar biasa.
Adalah fitrah, kondisi anak yang terkalibrasi. Ibarat titik bersih, maka fitrah anak selalu berada dalam kebaikan. Ketika fitrah terpelihara, maka sinyal kebaikan selalu menjadi bagian dari pertumbuhan anak. tugas orang tua adalah membuat kondisi yang memungkinkan sinyal itu makin kuat.

Semakin usia bertambah, maka gangguan pun makin banyak. Casing atau tubuh manusia makin menua, di samping itu, kondisi lingkungan pun makin membuat sinyal bisa melemah, jika tidak dipelihara. Anak akan bertambah usia. Tantangan orang tua adalah memeliharanya agar walaupun casing-nya berubah, sinyalnya tetap kuat supaya terus bisa bersentuhan dengan fitrah.

Dunia sekeliling menciptakan banyak predator yang membuat fitrah menjadi samar, sinyal makin melemah. Kekuatan hati lah yang membuat fitrah terjaga. Pendidikan adalah jawaban paling tepat agar hati seorang anak makin kuat, bisa melawan predator fitrah.

Guru terbesar seorang anak bukanlah orang-orang yang berada di luar rumah. Dialah orang yang terakhir dilihat ketika tidur dan pertama dilihat ketika bangun.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: