Nulis Itu Gampang

Bagi beberapa orang, menulis itu sulit. Bagi beberapa orang lain, menulis malah jadi hobi, bahkan profesi. Saya adalah penulis yang awalnya hobi kini jadi profesi, bahkan rencana ke depannya berniat untuk menjadikan menulis sebagai pasif income dunia akherat. Kenapa bisa begitu? Karena nulis itu membuat pengalaman jadi ilmu dan jika ilmu bermanfaat, maka akan mengalir ketika manusia sudah di alam baka.

Menulis itu gampang. Beneran.

Walaupun ada beda ketika memberikan training penulisan di kalangan orang dewasa atau bahkan orang tua dengan di hadapan anak-anak. Kalau di hadapan anak-anak, kesulitan saya adalah mengatur siapa yang mau maju duluan ketika diminta mengeluarkan ide. Anak-anak suka berebutan. Berbeda dengan pelatihan orang dewasa, ketika berbicara ide, saya harus menunjuk salah satu peserta untuk maju. Mungkin semakin tua, kita semakin sulit menemukan ide.

Tips menulis yang saya uraikan di bawah ini dari pengalaman pribadi, ketika mulai serius nge-blog dan aktif di facebook.

Temukan Inspirasi
Inspirasi bisa muncul dimana saja, kapan saja. Kamu bisa nemuin inspirasi dimana saja. Ada yang cocok dengan keramaian, ada juga yang malah nyaman dengan kesepian. Lho? maksudnya, dengan suasana yang sepi. Bagaimana pun caranya, coba kamu buka mata dan hati agar peka melihat situasi. Siapa tahu, bangun paginya kamu adalah sumber inspirasi, hujan lebat di Bogor yang bikin banjir di Jakarta juga bisa jadi inspirasi. Dempet-dempetan di kereta atau busway juga bisa jadi inspirasi lho.
So, kuncinya adalah, dimana pun kamu berada, cobalah untuk mencari inspirasi.

Ukir Ide
Nah.. inspirasi aja ngga cukup tuh, kudu jadi ide. Bedanya inspirasi ama ide itu, ibarat beda antara batu gede banget, sama patung yang terbuat dari batu itu. Coba deh liat pematung, pasti pertama-tama dia cari ‘batu’ alias inspirasi, setelah itu memahat, mengukir batu itu jadi ‘patung’ alias ide.

Bagaimana caranya mengukir ide? kamu harus menemenukan sisi paling unik dari inspirasi itu. Misal, banjir di Jakarta setelah hujan gede di Bogor inspirasinya, maka idenya adalah tentang banjir kanal timur, atau peyebab banjir, atau malah, orang-orang yang ‘diuntungkan’ dengan adanya banjir, seperti tukang ojek, tukang perahu karet, dll.

Ukir ide itu berhubungan dengan kejelian kamu memilih ide yang bener-bener kamu banget, ngegambarin bagaimana kamu melihat inspirasi itu.

Libatkan otak kiri dan kanan
Nah.. kebiasaan orang itu kalau udah punya ide, susah nulisinnya. Itu karena ada keributan antara otak kiri dengan otak kanan. Otak kiri berhubungan dengan detail dan urutan kejadian; otak kanan berhubungan dengan apa yang kamu rasakan dan imajinasikan dari apa yang kamu lihat. Otak kiri berhubungan dengan fakta yang kamu temukan, otak kanan berhubungan dengan apa yang kamu pikirkan dengan fakta itu.

Disinilah kamu perlu alat bantu. Bisa catetan kecil dari kertas atau HP yang bisa dipake buat nulis kalimat yang pendek-pendek. Apa yang ditulis atau diinget? Itulah ide yang udah diukir tadi. Ide itu jadi seperti password yang membuat kamu bisa mengingat apa yang kamu pikirkan ketika mendapat inspirasi, sehingga memudahkan untuk menuliskannya.

Ilmu dan teknik
Menurut saya, menulis itu disiplin dan keterampilan yang bisa dilatih. Pasti ada ilmunya. Makanya, kamu harus belajar tentang ilmu dan teknik menulis, bisa dari buku-buku maupun ikut pelatihan. Kamu juga perlu latihan. Ya, salah satunya dengan bikin blog atau ikutan di situs pertemanan.

Salah satu penulis yang banyak menginspirasi saya adalah Tony Buzan yang menciptakan MindMapping alias Peta Pikiran, yang membuat kamu bisa mengingat fakta yang banyak dalam ringkasan yang sederhana tapi dahsyat banget dampaknya buat otak. Bikin otak jadi inget hal-hal yang cukup detail tentang apa yang mau ditulis.

Banyak teknik lain dalam menulis, seperti Fast Writing, Clustering, dll. Dan kabar gembiranya, semua teknik itu bisa dipelajari.

Sesuaikan dengan pembaca
Kalau kamu datang ke toko buku dan mencari buku tertentu, pasti kamu langsung tau harus nyari di katagori mana. Apakah psikologi, bisnis, literatur Islam, novel atau komik. Katagori buku itu menunjukkan siapa yang membaca buku. Oleh karena itu, setelah tulisan kamu utuh jadi tulisan, harus disesuaikan dengan siapa yang akan baca buku kamu. Jangan ke-ge er-an bahwa semua akan baca buku kamu dan langsung ngerti.

Kamu harus pelajari kesukaan dari target pembaca kamu. Kalau sukanya pake kartun, maka lengkapi buku kamu dengan kartun. Kalau sukanya novel, maka kamu harus berusaha menulis dengan gaya bertutur seperti penulis novel. Kalau sukanya yang serius-serius, kamu juga jangan becanda bikin bukunya.

Nah, untuk bagian ini, kamu biasanya butuh editor; bukan ngedit yang kotor-kotor lho…tapi, membantu kamu supaya tulisannya tepat sasaran dengan pembaca yang diinginkan.

Oke.. semoga menjadi ilmu yang berguna.

Yang mesti diinget, ide itu berguna ketika kamu mempraktekannya. Selamat mencoba.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: